Menteri BUMN Ajak China Kerja Sama di Bidang Industri Aluminium

Menteri BUMN Ajak China Kerja Sama di Bidang Industri Aluminium

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno telah mempunyai agenda kerjasama berikutnya dengan China. Berakhir KA Kencang Jakarta-Bandung, kerja sama kedua negara akan tertuju terhadap industri almunium dengan poin investasi 1,6 miliar dollar AS.

“Yang dikala ini sedang dalam pelaksanaan pembangunan pelaksanaan almunium grade alumina di Menpawah (Kalimantan Barat),” ujar Rini berakhir groundbreaking KA Kencang di Kabupaten Bandung Barat, Kamis (21/1/2016) lalu.

Baca Juga: harga acp terbaru di 2018 dapat Anda cek  di https://bit.ly/2OBQTnt

Berdasarkan Rini, kerja sama di industri almunium itu sebagai tindak lanjut dari proyek KA pesat Jakarta-Bandung. PT Aneka Tambang (Antam) nantinya akan menjadi partner perusahaan China. Produk almunium yang diwujudkan akan diaplikasikan untuk keperluan pembangunan gerbong kereta pesat.

Kecuali itu, almunium akan diproyeksikan untuk bahan baku pembuatan gerbong kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT). Rini mengatakan bahwa Presiden Jokowi Berharap supaya LRT terus disokong.

“Kereta ringan juga wajib disokong untuk mengaitkan kota bandung raya kereta pesat ataupun juga di Jakarta, di Jabodetabek ataupun DKI sendiri. Jadi itu salah satu program ke depan, untuk melaksanakan kerjasama disitu,” ucapnya.

Seperti dikabarkan, Indonesia dan China telah menjalin kerjasama dalam proyek KA Kencang Jakarta-Bandung dengan poin investasi menempuh 5,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 72 triliun.

Kedua negara menyusun perusahaan bersama bernama PT Kereta Kencang Indonesia China (KCIC). Kepemilikan saham KCIC dibagi dua adalah konsorsium BUMN Indonesia di bawah panji PT PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) mengusai 60 persen saham, sementara 40 persen sisanya dimiliki oleh China Railway International (CRI).

 

Sumber: kencana panelindo