Merawat Jendela Kayu dari Serangga

jendela kayu

Di tempat beriklim tropis, jendela rumah kerap kali kali menghadapi problem pelapukan dan serangan rayap. Untuk menjaganya konsisten menawan, Anda perlu memakai sebagian teknik perawatan. Untuk menghindari kelapukan, jikalau material jendela Anda ada yang terbuat dari kayu dan sering kali terkena air hujan, sebaiknya pilih mutu kayu dengan tingkat keawetan tinggi.

Langkah paling praktis merawat kayu dari pelapukan yakni dengan memberikan lapisan akhir berupa cat. Lapisan cat genteng anti bocor akan sedikit banyak menutupi pori-pori kayu sehingga air tak gampang menyerap ke dalamnya. Untuk menghemat, lapisi material jendela kayu dengan cat tembok sebelum dicat dengan cat kayu lazim.

Pengaplikasian material gipsum untuk interior dikala ini telah kian meluas sebab disebabkan oleh karakteristiknya sebagai material bendung api dan finishing yang benar-benar bagus. Apalagi kelebihannya? Suwarso, System Develoment Rep BORAL Jayaboard, mengatakan teknik perawatan gipsum juga tak kompleks.

Gipsum cuma butuh perawatan dari sisi kebersihan supaya konsisten enak dilihat. “Jikalau lihat plafon, apa yang dirawat? Tak ada. Jikalau soal bocor, itu elemen eksternal tentunya. Hal paling utama cuma debu, dan itu bukan perawatan yang susah. Atau, sarang laba-laba, tinggal dibuang sarangnya, selesai. Ingin dicat ulang juga tak problem, tinggal dicat, lalu selesai,” ujar Suwarso.

Untuk dengan aplikasi cat, lanjut Suwarso, juga tak susah. Tak ada prasyarat khusus untuk pemakaian cat pada gipsum. Demikian sudah terpasang, gipsum telah dapat dicat. “Dengan cat tembok lazim dapat, tinggal cat saja bila telah dipasang. Tak perlu diblokir dengan pelapis lagi, sebab cat anti bocor terbaik lantas mengabsorpsi. Ingin cat glossy atau minyak juga dapat dan gampang. Jikalau di tembok itu kan kita tunggu kering dahulu seperti itu tembok terpasang, bila gipsum seperti itu selesai terpasang dapat lantas dicat.

Bahan gipsum gampang mengabsorpsi dan energi rekatnya benar-benar bagus untuk cat,” kata Suwarso. Nah, bagaimana jikalau untuk memakai wallpaper? “Tak problem. Pun, dengan gipsum standar malahan energi rekatnya bagus untuk wallpaper,” ujar Suwarso.