Sejarah Lantai Vinyl

sejarah lantai vinyl
Inilah Sejarah Lantai Vinyl yang dikutip dari situs MeiganFlooring.com, website pemegang merk Meigan, adalah salah satu produk Lantai Vinyl luxury dan berkwalitas asal pabrikan Korea. Apa itu Lantai Vinyl? Sebelum menjawab pertanyaan ini, mungkin ada yang bertanya adakah kekerabatan antara Lantai Vinyl dengan Vinyl dalam dunia recording (piringan hitam)? Jawabannya, sama sekali tak ada kekerabatan antara keduanya!

Baca : Distributor lantai vinyl tangerang

Lantai vinyl merupakan variasi lantai lentur dan nyaman dipijak yang sekarang beredar di pasaran dunia. Lantai lentur ini yakni lantai buatan yang terwujud dari komposit (gabungan) dari sebagian bahan, seperti: karet, plastik, linoleum, dan PVC. Tetapi, secara biasa Lantai Vinyl diketahui sebagai Vinyl Flooring yang terbuat dari bahan Polyvinyl Chloride (PVC). Sebelumnya, sebagian produk plastik dan PVC, sempat kehilangan trennya, sebab kandungan bahan kimia yang berlebihan, yang diduga membahayakan bagi lingkungan dan kesehatan. Lantaran itu, para pakar lantai bahkan mulai memikirkan metode untuk menghasilkan lantai yang bendung banting, ramah lingkungan sekalian aman bagi kesehatan. Karenanya, Lantai Vinyl bahkan tercipta. Dikala ini, banyak perusahaan ternama sudah menerapkan Vinyl Tile (ubin) untuk stasiun, kantor, mal, rumah tinggal, dan malah rumah sakit – Itu sebab pelapis lantai ini dievaluasi tak membahayakan bagi kesehatan, gampang dalam perawatan, nyaman untuk dipijak, dan bendung lama. Banyak perusahaan ternama yang menerapkan Lantai Vinyl hal yang demikian mengaku cakap menghemat banyak uang, dan membikin para pemegang saham bersuka ria dalam bentang panjang, sebab mencegah resiko yang tak perlu, seperti tuntutan undang-undang pengaruh kecelakaan (terpeleset), dsb.

Lantai Vinyl merupakan opsi pelapis lantai yang sedang hits dan diprediksi akan terus populer dalam puluhan tahun ke depan.

Lantai Vinyl kadang disebut pula dengan Resiliant Flooring (Pelapis Lantai Elastis), sebab sifat bahannya yang tak kaku, tapi dapat menekuk, atau menggulung, dan fleksibel dipakai dalam ruangan manapun. Malahan, sekarang penutup lantai ini bahkan sudah dipakai pada luar ruang. Sebelum Lantai Vinyl yang kita ketahui kini ditemukan pada tahun 1920an, ada ragam bahan bendung lain yang dipakai sebagai pelapis lantai. Pada sekitar tahun 1100 hingga 1200an, penutup lantai bermotif ubin terbuat dari karet mulai dipakai. Penutup lantai ragam itu kemudian memudar trennya pada akhir tahun 1600an.

Pada 1845, linoleum mulai dipakai. Linoleum merupakan bahan pelapis lantai yang terbuat dari minyak biji flax (linseed oil), yang dicampur dengan tepung kayu atau serbuk gabus dengan backing dari kain berserat kuat. Linoleum sudah diproduksi secara industri di Skotlandia selama 12 tahun sebelum pabrik linoleum pertama kali timbul di Amerika Serikat (AS) pada 1872. Merupakan semenjak itu, linoleum menjadi bahan pokok penutup lantai selama 70 tahun berikutnya. Pada 1894, ubin yang berbahan dasar karet sempat kembali populer. Maka Frank Furness, seorang arsitek asal Philadelphia, AS yang menemukan metode meletakkan/merangkai ubin karet itu sehingga kuat menyatu satu sama lain, sekalian cantik diamati. Karenanya, para pemilik hunian bahkan bisa memposisikan ubin dengan gampang.

Lantai karet hal yang demikian sudah memiliki kelebihan peredaman bunyi yang baik. Lantai ini juga bendung lama dan gampang dibersihkan. Pada 1904, penutup lantai berbahan gabus sempat pula dipakai, dan cukup populer dalam bentang 20 tahun berikutnya. Kekurangan bahan ini pada dikala itu merupakan harganya yang mahal, dan minimnya alternatif motif.

Tetapi Vinyl sebagai Lantai
Bahan Vinyl (klorida) sendiri ditemukan pada 1800an. Tetapi pengaplikasiannya sebagai lantai secara luas baru diawali pada tahun 1930an. Pada 1872, seorang pakar kimia bernama Eugen Baumann, sukses memaksimalkan Polyvinyl Chloride (PVC) di Jerman. Lalu, pada 1913, Friedrich Klatte, datang dengan sistem opsi untuk menerima PVC hal yang demikian dan dipolimerisasi. Klatte kemudian menerima hak paten yang pertama untuk PVC.

Tiga belas tahun kemudian, Vinyl sebagai zat yang berkhasiat ditemukan sebab ketidaksengajaan. Di Akron, Ohio-AS, Waldo Lonsbury Semon, seorang peneliti, mencoba memaksimalkan lem untuk mengikat karet pada logam. Semon bereksperimen dengan bahan yang dibuat oleh kegagalannya menghasilkan polivinil klorida plasticized. Berbeda dengan bahan kaku yang dibuat oleh Baumann dan Klatte, inovasi Semon kelihatan seperti karet yang belum diproses. Temuan mematenkan penemuannya itu. Semenjak Semon kemudian dipakai dalam industri, adalah dalam pembuatan tabung plastik, isolasi kawat, gasket, bola golf, tirai shower dan tumit sepatu. Merupakan walhasil, pada 1933, dalam acara Century of Progress Exposition di Chicago-AS, Vinyl Composite Tile sebagai pelapis lantai dipresentasikan. Sejarah Lantai Vinyl ubin (tile) bahkan diawali. Umumnya dikala itu, Vinyl mulai diketahui publik sebagai opsi penutup lantai yang gampang dalam pemasangan. Tetapi, belum sempat diproduksi besar-besaran, produksi Lantai Vinyl terhenti sebab Perang Dunia II. Dalam masa susah itu, bahan karet, plastik dan PVC amat langka jumlahnya untuk pengaplikasian non militer; Ketika, segala bahan karet dan PVC diaplikasikan untuk melindungi kabel pada kapal-kapal militer dikala itu.

Terkait : Supplier lanti vinyl tangerang

Semua perang, Vinyl diberi tahu kembali. Merupakan pada 1960, ada kemajuan lebih lanjut dalam teknologi Lantai Vinyl. Dimana ditambahkannya bahan pada layer bawah, yang membikin nyaman dikala dipijak. Pada 1970an, Lantai Vinyl plank (lembaran) untuk pertama kali diberi tahu ke pasaran. Motifnya yang realistik membuatnya kelihatan seperti kayu natural. Dikala ini, Lantai Vinyl plank sedang pada masa trennya. kelebihannya membikin Lantai Vinyl ini menjadi salah satu alternatif utama pelapis lantai di segala dunia.

Demikianlah Sejarah Lantai Vinyl yang sudah melintasi waktu panjang sampai keberadaan dan manfaatnya sekarang pada hunian manapun.