Plafon Bendung Ternyata Mampu Menahan Gempa di Negeri

plafon earthquake

Kecuali seminar, Boral Platerboard Indonesia, juga menyampaikan satu cara plafon baru bernama “Jayaseismic” atau cara plafon bendung gempa. Metode ini betul-betul layak bagi kawasan Indonesia sebagai salah satu wilayah di Cincin Api (Ring of Fire) yang seringkali terkena gempa. Seperti dilansir sebelumnya, sejauh ini praktik pemasangan plafon di lapangan jarang sekali meraba faktor non-struktural dan lebih konsentrasi pada fondasi bangunan.

Meskipun, sudah rupanya, menyampingkan faktor hal yang demikian turut menambah korban jiwa sehingga plafon dan dinding penyekat ingin tidak ingin semestinya juga dirancang bendung gempa. Bercermin pada momen gempa Padang, Boral Platerboard Indonesia melaksanakan riset untuk menghadirkan solusi plafon gipsum bendung gempa, dan dikala ini sudah tersedia dua cara plafon, ialah concealed grid dan exposed grid, dengan standar internasional.

“Untuk menentukan daya kerjanya, kedua cara plafon ini telah kami lakukan uji ketahanan gempa di lab Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan hasil betul-betul memuaskan, di mana sanggup bertahan pada skala gempa yang pernah tercatat di Indonesia, pun jauh lebih kuat,” papar Technical Manager PT Petrojaya Boral Plasterboard, Indera Budi Wibowo, terhadap Arah.com di jeda seminar arsitektural bertema “Build a great and sustainable design with Jayaboard” di Ritz Carlton.

Indera menambahkan, mungkin orang bertanya-tanya seputar dayanya hingga berapa Skala Richter? Indera menuturkan, di sinilah perlu dikenal, bahwa pelaksanaan pengujian di lab mengaplikasikan skala tersendiri, ialah Peak Ground Acceleration (PGA). PGA menampilkan besarnya percepatan gempa bumi di atas tanah. Skala PGA tak tergantung pada jarak maupun besarnya energi kekuatan gempa bumi di episentrum seperti Skala Richter.

“Dengan mengaplikasikan skala PGA kita dapat mengenal daya kerja cara plafon dalam membendung besarnya getaran yang terjadi dikala gempa datang. Hasil percobaan menampilkan, kecakapan cara plafon Jaya Seismik Concealed menempuh PGA 1.44g, meski Jaya Seismik Exposed menempuh PGA 1.23g, dengan situasi plafon yang masih utuh tanpa adanya kerusakan,” papar Indera. Berdasarkan sejarah gempa bumi di Indonesia, gempa di Aceh pada 2004 lalu masih tergolong paling besar.

Dengan skala 8,9 skala Richter yang dicontoh dengan tsunami, gempa Aceh tercatat dengan PGA sampai 0,89g. Atau, gempa di Padang tahun 2009 dengan 7,6 skala Ritchter dan PGA sampai 0,3g, atau momen di Yogyakarta pada 2006 dengan skala 5.8 skala Ritchter dan PGA 0,07g. “Segala gempa hal yang demikian tercatat dengan skala PGA di bawah 1.0g, sementara cara plafon yang telah kami uji menempuh sampai 1,44g. Dengan kata lain, cara plafon ini betul-betul pantas untuk diterapkan di Indonesia,” tambahnya.

 

 

Kunjungi Juga : Plafon PVC