Spesies Purba Kembali Dihidupkan, Apakah Bisa?

spesies purba

Beredarnya informasi bahwa para ilmuwan sudah menghasilkan embrio badak putih hibrida sudah memberi keinginan baru bagi mereka yang cemas badak putih utara mengalami kepunahan.

Tapi, apakah para ilmuwan dapat membangkitkan spesies lain yang telah punah dan lebih purba – dan seandainya memang dapat, haruskah hal itu dilaksanakan?

Studi untuk menyelamatkan badak putih utara memakai teknologi IVF (bayi tabung), namun sistem itu tak mungkin berprofesi pada binatang yang sudah punah selama ribuan tahun.

Jurnalis sains Swedia, Torill Kornfeldt, berkeliling dunia meneliti ilmu “menangkal kepunahan” untuk bukunya ‘The Re-Origin Of Species &rsquo (mendatangkan kembali spesies-spesies).

Dia mengatakan, Jurassic Park menonjolkan seperti apa progres itu patut kelihatan: para ilmuwan menemukan seekor nyamuk purba yang terperangkap dalam fosil pohon, mengambil darah dinosaurus dari spesimen yang diawetkan dengan total, kemudian memakai DNA itu untuk mengkloning reptil yang sudah punah hal yang demikian.

“Mereka tak menemukan DNA dinosaurus apa saja, mereka juga tak menemukan DNA nyamuk,” kata Kornfeldt, seraya menerangkan bahwa DNA yang terawetkan dengan bagus-malah mengalami penurunan seiring waktu.

  • Info Lain : Lab Bahasa Multimedia

Kesempatan gajah purba
Jadi mungkin dinosaurus tidak bias dihidupkan kembali (seperti halnya nyamuk era Jurassic) namun bagaimana dengan makhluk yang punah sedikit lebih baru, seperti gajah purba berambut?

“Gajah purba berambut itu kompleks,” kata Kornfeldt, memprediksi bahwa manusia dapat mengamati gajah purba hidup dalam “15 tahun, atau tak pernah sama sekali”.

“Penelitian itu masih tergantung pada sebagian terobosan ilmiah yang belum pernah terjadi – tetapi masih mungkin.”

Malah seandainya terobosan itu terjadi, makhluk yang dibuat para ilmuwan itu tak akan menjadi gajah purba kloningan.

Kloning cuma mungkin seandainya ada sampel jaringan dari binatang hidup, atau yang “baru mati”.

Gajah purba berambut sudah punah selama ribuan tahun, jadi walaupun masih ada DNA di dalamnya, “itu benar-benar telah terdegradasi”.

Para ilmuwan dapat mengumpulkan DNA itu bersama-sama di komputer dengan membandingkannya dengan spesies kerabat yang masih hidup, seperti gajah Asia.

“Seperti mengamati komponen penutup saat Anda membikin teka-teki bergambar, Anda mengamati segala potongan dan mengamati ke mana mereka mengarah,” kata Kornfeldt.

Langkah berikutnya ialah mengidentifikasi perbedaan genetis antara gajah dan gajah purba -gen yang mempertimbangkan bulu binatang, semisal – dan kemudian mengolah gen gajah untuk membuatnya lebih seperti gajah purba.

Alternatif habitat
Sesudah Anda mempunyai kawanan gajah purba berambut, keadaan sulit selanjutnya ialah di mana menempatkan mereka.

Kornfeldt menjalankan perjalanan ke Siberia, di mana para periset mencoba menghasilkan kembali habitat era gajah purba berambut.

 

 

  • Ingin Pintar Bahasa Inggris Baca :┬áLab Bahasa Inggris