Rumah Desain Tropis di Bali, Acak Tapi Menginspirasi

Sanggar arsitektur Patisandhika dan desainer interior Dan Mitchell merancang sebuah hunian dengan desain tak beraturan di Bali. Hunian itu dinamai Brutalist Tropical Home, dengan luas 512 meter persegi yang berlokasi di jurang kecil di dekat sawah di pantai selatan Pulau Bali.

Masuk dari depan, terdapat dua ruang tetamu yang mempunyai ketinggian berbeda di rumah ini. Ruang tetamu yang pertama posisinya di bawah, dengan lantai menjorok ke rumput dan lebih terbuka ke halaman.

Ruang tetamu kedua tersambung di komponen atas sehingga terasa lebih lega dan konsisten memberi jalan masuk masuknya udara dan sinar sang surya melewati kaca jendela berukuran besar. “Satu kewajiban bagi kami untuk mempunyai ruang tetamu dengan dua ketinggian yang berbeda dan di pinggirnya dikasih kaca besar, yang memungkinkan banyak sinar masuk dan memberikan panorama cantik.

Ia mengatakan, tantangan membangun rumah ini yakni cuaca panas dan cahaya sang surya yang lantas masuk melewati kaca. Melainkan, mereka memilih tak mengaplikasikan pendingin ruangan dengan alasan penghematan daya. Sebagai gantinya, mereka mengaplikasikan lempengan yang digantung sebagai solusi untuk mengeblok sinar sang surya dan mencegah panas yang berlebihan. Dua ruang tetamu dengan ketinggian yang berbeda itu disebut sebagai jantung rumah.

Patisandhika dan Mitchell merancangnya seperti Kappe Residence, rumah geometris yang didesain oleh arsitek modern Ray Kappe di Los Angeles. “Ray Kappe yakni ide bagi kami. Di ruang tetamu itu Anda dapat memperhatikan ruangan lain dari sudut yang Anda tak dapat temui di rumah umum dengan perasaan yang sama sekali berbeda,”tambah Mitchell. Di ruang tetamu bertingkat ini, pemilik rumah menempatkan catatan, buku, dan seperangkat sound system. Semuanya mengarah ke dapur dan ruang makan yang terbuka.

Dapur kering sekalian ruang makan malah dirancang tanpa dinding kayu, dan terhubung lantas dengan taman belakang untuk meningkatkan ventilasi natural dan mewujudkan suasana tropis luar di segala komponen rumah.

Rumah tropis ini juga terdiri dari sanggar musik, dua kamar mandi, dan tiga kamar tidur yang dikaitkan oleh jembatan yang posisinya di atas ruang tetamu. Ciri khas rumah ini adalah beton yang diperkenankan terbuka tanpa dicat dan dipadukan kusen kayu.

Itu yang membikin interior rumah ini dijadikan seperti kanvas kosong yang diisi dengan campuran objek berwarna dan furnitur bertekstur yang mengisi berjenis-jenis ruangan. Banyak tanaman duduk di samping furnitur itu, termasuk pohon yang ditempatkan di lantai ruang tetamu. Maksudnya untuk menyeimbangkan tampilan beton yang tampak keras sambil menyamarkan keadaan interior ruangan dengan zona luar yang kelihatan subur, tropis, dan liar.