Mengintip Keunikan Serta Keunggulan Simpang Susun Semanggi

Mengintip Keunikan Serta Keunggulan Simpang Susun Semanggi

 

Pameran Konstruksi 2017 – Sebagian bulan terakhir warga Jakarta tengah ramai mendiskusikan pembangunan Simpang Susun Semanggi yang memunculkan banyak pro dan kontra. Tetapi dibalik polemik hal yang demikian, rupanya proyek Simpang Susun Semanggi yang sudah sah beroperasi pada Agustus kemarin mempunyai keunikan serta keunggulan yang banyak tak disadari oleh orang banyak.

Sebagaimana diterangkan oleh Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Profesi Biasa Serta Perumahan Rakyat (PUPR), Arie Setiadi Moerwanto yang mengatakan bahwa sekiranya diamati, Simpang Susun Semanggi hal yang demikian berdiri tanpa adanya tiang penopang.

“Jembatan ini mempunyai rentang tengah sekitar 80 meter, dan itu dihasilkan berdiri kokoh tanpa menerapkan tiang penopang,” ujar Arie.

Lebih lanjut Arie mengatakan bahwa untuk membangun sebuah jembatan yang sebesar itu dan tanpa mempunyai tiang penopang, karenanya dibutuhkan sebuah keahlian, tingkat presisi, dan ketelitian yang betul-betul tinggi. Dan padahal tanpa tiang penopang, melainkan jembatan hal yang demikian bisa dengan membendung bermacam-macam muatan berat lalu lintas Jakarta tiap harinya.

“Ya, diperlukan tingkat keahlian serta presisi yang betul-betul ideal disini, makanya dapat dikatakan jembatan Simpang Susun Semanggi mempunyai keunikan dan cukup hebat,” tandasnya lagi.

Malah, berdasarkan Arie teknik pembangunan seperti itu tak banyak dimiliki oleh jembatan dengan ukuran yang panjang. Menurutnya, disini terang kelihatan bahwa para arsitek RI betul-betul inovatif dalam mewujudkan infrastruktur dengan menerapkan teknologi mumpuni serta tingkat keterampilan yang betul-betul tinggi.

“Mungkin diluar sana ada banyak, melainkan kebanyakan ialah sebuah jembatan yang lurus, tak melengkung seperti jembatan semanggi. Ini jadi yang pertama di Indonesia,” jelas Arie

 

 

Lolos Uji Kepantasan

Sementara itu, dikala ditanya mengenai daya dan ketahanan jembatan hal yang demikian, Arie menetapkan bahwa pembangunan jembatan hal yang demikian sudah lulus uji kepantasan, uji ketahanan muatan, sampai uji operasional.

Sebelum sah beroperasi, jembatan semanggi hal yang demikian sudah lewat serangkaian uji muatan. Diantaranya ialah dengan menjajarkan 16 truk yang berbobot dalam dua tahap. Pertama truk hal yang demikian dalam situasi membisu (statis) dan percobaan yang kedua truk berbobot hal yang demikian dalam situasi bergerak dari ujung ke ujung jembatan.

Dan akibatnya, Simpang Susun Semanggi malahan sesuai untuk dilalui bermacam-macam variasi kendaraan. Sertifikat ini ditunjukkan dari dikeluarkannya Pantas Fungsi (SLF) serta dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).

“ Terutamanya tugas kita kini ialah bagaimana memelihara jembatan hal yang demikian dengan Bagus dan Arif,” tutup Arie.

Simpang Susun Semanggi dapat menjadi salah satu berita yang akan dibahas di event tahunan Pameran Konstruksi serta pameran bahan bangunan dalam acara Indonesia Infrastructure Week 2017, yang akan diadakan pada tanggal 08-10 November 2017 di Jakarta Convention Centre. Dalam acara pameran infrastruktur terbesar di Indonesia ini nantinya akan diadakan sebuah area khusus yang akan membahas manajemen lalu lintas di Indonesia beserta dengan operasionalnya, komplit dengan para profesional dalam dan luar negeri, serta para pemodal yang berasal dari 40 lebih negara di dunia.

Untuk isu lebih lanjut dan registrasi, Silahkan kunjungi http://www.indonesiainfrastructureweek.com/infratraffic-indonesia

Baca Juga: http://ashleybcoombe.com/property/tips-memilih-warna-cat-tembok/