Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Semenjak zaman purba pada permulaan kehidupan manusia, untuk memenuhi keperluan hidupnya manusia berprofesi. Pada ketika berprofesi mereka mengalami kecelakaan dalam format cidera atau luka. Dengan logika pikirannya mereka berupaya mencegah terulangnya kecelakaan serupa dan dia bisa mencegah kecelakaan secara preventif. Di era globalisasi dan pasar bebas WTO dan GATT yang akan berlaku pada tahun 2020 akan datang, kesehatan dan keselamatan kerja ialah salah satu persyaratan yang ditentukan dalam kekerabatan ekonomi perdagangan barang dan jasa antar negara yang wajib dipenuhi oleh segala negara member, termasuk bangsa Indonesia. Apa Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja? Terdapat sebagian pengertian dan definisi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang bisa diambil dari sebagian sumber, di antaranya yaitu pengertian dan definisi K3 berdasarkan Filosofi, Keilmuan serta berdasarkan standar OHSAS 18001:2007.

Baca : Rompi Safety

Berikut ialah pengertian dan definisi K3 : Filosofi (Mangkunegara) : Suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan fisik ataupun rohani kekuatan kerja terlebih dan manusia pada biasanya serta hasil karya dan tradisi menuju masyarakat adil dan makmur. Keilmuan : Segala Ilmu dan Pengaplikasiannya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, penyakit imbas kerja (PAK), kebakaran, peledakan dan pencemaran lingkungan. OHSAS 18001:2007 : Segala keadaan dan elemen yang bisa berakibat pada keselamatan dan kesehatan kerja kekuatan kerja ataupun orang lain (kontraktor, pemasok, pengunjung dan tetamu) di daerah kerja. Pengertian dan definisi K3 Berdasarkan Para Pakar : Berdasarkan Simanjuntak (1994), Keselamatan kerja ialah keadaan keselamatan yang bebas dari resiko kecelakaan dan kerusakan dimana kita berprofesi yang meliputi seputar keadaan bangunan, keadaan mesin, kelengkapan keselamatan, dan keadaan pekerja.

Berdasarkan Ridley, John (1983) yang dikutip oleh Boby Shiantosia (2000, p.6), mengistilahkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja ialah suatu keadaan dalam profesi yang sehat dan aman bagus itu bagi pekerjaannya, perusahaan ataupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar pabrik atau daerah kerja hal yang demikian. Jackson (1999, p. 222), menerangkan bahwa Kesehatan dan Keselamatan Kerja menampakkan terhadap keadaan-keadaan fisiologis-fisikal dan psikis kekuatan kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan. Berdasarkan Suma’mur (2001, p.104), keselamatan kerja ialah rangkaian usaha untuk menjadikan suasana kerja yang aman dan tenteram bagi para karyawan yang berprofesi di perusahaan yang bersangkutan. Mathis dan Jackson (2002, p. 245), menyuarakan bahwa Keselamatan ialah mengacu pada perlindungan kepada kesejahteraan jasmani seseorang kepada cedera yang berkaitan dengan profesi.

Kesehatan ialah mengacu pada keadaan biasa jasmani, mental dan stabilitas emosionil secara biasa. Berdasarkan Mangkunegara (2002, p.163) Keselamatan dan kesehatan kerja ialah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan bagus lahiriah ataupun rohaniah kekuatan kerja pada terlebih, dan manusia pada biasanya, hasil karya dan tradisi untuk menuju masyarakat adil dan makmur. Berdasarkan Mangkunegara (2002, p.170), bahwa indikator penyebab keselamatan kerja ialah: a) Kondisi daerah lingkungan kerja, yang mencakup: 1. Pembentukan dan penyimpanan barang-barang yang membahayakan yang kurang diperhitungkan keamanannya. 2. Ruang kerja yang terlalu padat dan sesak 3. Pembuangan kotoran dan limbah yang tak pada tempatnya. b) Penerapan kelengkapan kerja, yang mencakup: 1. Pengaman kelengkapan kerja yang telah usang atau rusak. 2. Pengaplikasian mesin, alat elektronik tanpa pengaman yang bagus Pengendalian penerangan. Pengertian/definisi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di atas ialah pengertian/definisi K3 yang secara biasa diterapkan dan diajari, melainkan di luar acuan di atas masih banyak acuan mengenai pengertian/definisi K3 bagus berdasarkan ILO, WHO, WHS, HSE maupun OSHA melainkan tak dimasukan dalam tulisan ini.

Apa Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja? Menurut biasa, kecelakaan senantiasa diistilahkan sebagai kejadian yang tak bisa diduga. Kecelakaan kerja bisa terjadi sebab keadaan yang tak membawa keselamatan kerja, atau tindakan yang tak selamat. Kecelakaan kerja bisa didefinisikan sebagai tiap tindakan atau keadaan tak selamat yang bisa mengakibatkan kecelakaan. Menurut definisi kecelakaan kerja karenanya lahirlah keselamatan dan kesehatan kerja yang mengatakan bahwa metode menanggulangi kecelakaan kerja ialah dengan menghapuskan faktor penyebab kecelakaan dan atau mengadakan pengawasan yang ketat. Berdasarkan(Silalahi, 1995) Keselamatan dan kesehatan kerja pada dasarnya mencari dan mengucapkan kelemahan yang memungkinkan terjadinya kecelakaan. Fungsi ini bisa dijalankan dengan dua metode, merupakan mengucapkan karena-imbas suatu kecelakaan dan meneliti apakah pengontrolan secara akurat dijalankan atau tak.

Berdasarkan Mangkunegara (2002, p.165) bahwa tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja ialah sebagai berikut: a. Supaya tiap pegawai mendapatkan jaminan keselamatan dan kesehatan kerja bagus secara jasmani, sosial, dan psikis. b. Supaya tiap peralatan dan kelengkapan kerja diterapkan sebaik-bagusnya selektif mungkin. c. Supaya seluruh hasil produksi dipelihara keamanannya. d. Supaya adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan nutrisi pegawai. e. Supaya meningkatkan kegairahan, keserasian kerja, dan partisipasi kerja. f. Supaya terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau keadaan kerja. g. Supaya tiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam berprofesi Apa Tujuan dari Ketika Risiko Pengusaha atau pemberi kerja di tiap daerah kerja mempunyai keharusan biasa untuk menjamin keselamatan dan kesehatan pekerja dalam tiap aspek yang berkaitan dengan profesi mereka.

Tujuan menjalankan pengukuran atau kajian risiko ialah untuk memungkinkan pengusaha untuk mengambil perbuatan yang dibutuhkan untuk melindungi keselamatan dan kesehatan pekerja. Langkah-langkah ini mencakup: pencegahan risiko kerja; memberikan info terhadap pekerja; memberikan pelatihan terhadap pekerja; menyediakan organisasi dan sarana untuk mengaplikasikan langkah-langkah yang dibutuhkan. Sementara tujuan pengukuran risiko mencakup pencegahan risiko profesi, dan hal ini wajib senantiasa menjadi tujuannya, walaupun tak akan senantiasa bisa ditempuh dalam prakteknya. Pengevaluasian menghilangkan risiko tak memungkinkan, tiap risiko konsisten wajib dikurangi dan risiko residual bisa dipegang.

Baca juga : Kerucut jalan

Pada tahap berikutnya, sebagai komponen dari program peninjauan, risiko residual hal yang demikian akan dianalisa dan tak menutup kemungkinan akan terjadi peniadaan komponen dari resiko, mengingat pengetahuan dan teknologi baru, bisa dipertimbangkan kembali. Ketika risiko wajib terpola dan digunakan sehingga bisa menolong pengusaha untuk : mengidentifikasi tiap bahaya yang diwujudkan di daerah kerja dan mengukur risiko yang berkaitan dengan bahaya hal yang demikian, untuk mempertimbangkan langkah-langkah apa yang wajib mereka ambil untuk melindungi keselamatan dan kesehatan karyawan dan pekerja lain, dengan mengamati prasyarat legislatif; mengukur risiko untuk membikin alternatif terbaik mengenai kelengkapan kerja, bahan kimia atau bahan olahan yang diterapkan, pengepasan dari daerah kerja, dan organisasi kerja; memeriksa apakah langkah-langkah di daerah yang memadai; memprioritaskan perbuatan bila langkah-langkah lebih lanjut ditemukan untuk menjadi prioritas utama sebagai imbas dari pengukuran; menampakkan terhadap diri mereka sendiri, pihak yang berwajib, pekerja dan perwakilannya bahwa seluruh elemen yang terkait dengan profesi sudah dipertimbangkan, dan bahwa info pengukuran yang valid sudah diciptakan seputar risiko dan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan; memutuskan bahwa langkah-langkah pencegahan dan sistem produksi, yang dianggap perlu dan dikerjakan sesudah pengukuran risiko, memberikan peningkatan dalam perlindungan pekerja.